Dokumenter Kuliner Netflix yang Bikin Ngiler

dokumenter kuliner

Kalau bicara soal kuliner yang berkaitan dengan masak-memasak, tentu tidak lepas dari kegiatan makan-makan.

Nah,  siapa yang keranjingan nonton mukbang (eating show)? Atau kalian lebih suka nonton ulasan para food vlogger? Lebih suka video masak-memasak? Kalau aku suka ketiganya.

Sejak konten semacam ini populer aku sudah sering menonton berbagai macam variasinya. Dan memang konten semacam ini semakin menjamur dan menumbuhkan budaya kulineran di masyarakat yang sering diartikan eksplorasi dan mencoba berbagai makanan.

Untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini aku akan bahas beberapa acara favoritku.

Continue reading “Dokumenter Kuliner Netflix yang Bikin Ngiler”

Omakase Sushi di Jakarta: Ulasan Omakase di Kohai Sushi Bar

omakase sushi jakarta

Berawal dari hobi nonton video omakase di YouTube, Huud Alam berhasrat ingin mencoba pengalaman omakase. Ternyata di Jakarta sudah ada, tetapi harganya bisa mencapai jutaan rupiah per orang. Baiklah, akhirnya kami masukkan dalam bucket list. Kalau tabungan sudah cukup dan jika ada occasion khusus akan coba omakase sushi di Jakarta.

Continue reading “Omakase Sushi di Jakarta: Ulasan Omakase di Kohai Sushi Bar”

Adaptasi Kebiasaan Baru: Pakai Menstrual Cup!

Sebenarnya sudah sejak 3 tahun lalu saya tahu mengenai menstrual cup dan sudah satu tahun maju-mundur cantik mau menggunakannya. Hanya saja, ketika itu saya masih merasa ngilu membayangkan memasukkan sesuatu yang terpasang dalam waktu lama dalam tubuh karena saya belum pernah memakai tampon.

Selama lebih dari setengah usia saya, saya selalu menggunakan pembalut sekali pakai. Kalau dihitung entah sudah berapa banyak jumlahnya. Hingga akhirnya, pada bulan Maret saya mengikuti lomba dengan tema circular economy dan fokus pada sampah plastik. Saya dan kawan satu tim saya memilih fokus pada limbah popok dan pembalut. Barulah saya semakin yakin menggunakan menstrual cup, karena pembalut bisa menimbulkan banyak masalah dan hingga saat ini teknologi dan teknik untuk mengolahnya belum accessible, sehingga mau tidak mau masuk kategori sampah residu.

Saya juga merasa harus walk the talk, kalau peduli soal isu ini, saya juga harus berubah. Karena hijrah ke popok kain bagi saya masih sulit, maka saya fokus pada apa yang bisa saya lakukan sendiri. Maka dimulai lah perjalanan saya menggunakan menstrual cup.

Jika masih ragu menggunakan menstrual cup atau butuh ulasan mengenai produk menstrual cup lokal silakan lanjutkan membaca tulisan ini. Namun, mohon diingat, tulisan ini akan sedikit \’vulgar\’ dan TMI alias too much information agar lebih detail penjelasannya.

Continue reading “Adaptasi Kebiasaan Baru: Pakai Menstrual Cup!”

Nostalgia Rasa: Nasi Hangat Campur Margarin

Dulu waktu kecil, saya sering makan dengan nasi hangat yang dicampur margarin merek Blue Band. Saya rasa pengalaman ini bukan pengalaman unik bagi saya, pasti ada banyak anak kecil Indonesia yang doyan makan nasi campur Blue Band. Dugaan ini semakin diperkuat pernyataan suami soal pengalamannya. Maka dari itu saya kaget dan excited saat saya melihat kemasan Blue Band mini bertuliskan \’Rice Mix\’.

Continue reading “Nostalgia Rasa: Nasi Hangat Campur Margarin”

My Thoughts on Marlina: the Murderer in Four Acts

Tulisan ini mungkin sudah basi karena baru ditulis dan dipublikasikan sekarang, padahal saya sudah menonton film ini bulan November tahun 2017 dan sekarang sudah tidak tayang di bioskop. Tapi, film ini sebegitu berkesannya buat saya, hingga saya tidak bisa lupa sensasi saat menonton film ini. Spoiler alert! Bagi yang ingin menonton tapi belum kesampaian, sebaiknya jangan baca pos ini dulu.

Continue reading “My Thoughts on Marlina: the Murderer in Four Acts”