Omakase Sushi di Jakarta: Ulasan Omakase di Kohai Sushi Bar

Berawal dari hobi nonton video omakase di YouTube, Huud Alam berhasrat ingin mencoba pengalaman omakase. Ternyata di Jakarta sudah ada, tetapi harganya bisa mencapai jutaan rupiah per orang. Baiklah, akhirnya kami masukkan dalam bucket list. Kalau tabungan sudah cukup dan jika ada occasion khusus akan coba omakase sushi di Jakarta.

Apa itu Omakase?

Budaya omakase ini dimulai dari restoran sushi tahun 90an. Konon, sushi itu makanan super mewah buat orang Jepang ketika itu, jadi enggak affordable buat semuat kalangan. Namun di tahun 90an ekonomi Jepang mulai membaik dan lebih banyak orang bisa makan sushi, tetapi mereka enggak familiar sama jenis dan menunya. Maka lahirlah budaya omakase yang arti harfiahnya kurang lebih “terserah kamu aja deh.” Hehehehe

Omakase ini win-win solution buat pelanggan maupun chef-nya karena pelanggan enggak perlu mikir mau pesan apa dan menghindari malu karena ketidaktahuan menu, sedangkan chef-nya bisa menyajikan makanan sesuai ketersediaan bahan dan menghindari malu kalau yang dipesan pelanggan habis atau tidak tersedia. Yeaay! Semua senang semua kenyang!

Nah, sejak saat itu budaya omakase ini juga mulai dibawa ke negara lain, termasuk di Indonesia, bahkan mungkin restoran lain ya bukan cuma sushi? Makan ala omakase ini kesannya eksklusif banget sih yaa karena langsung dilayani sama chef gitu, jadi kesannya mahal, dan memang mahal sih hahahaha.

Restoran yang kami coba ini juga relatif masih mahal, tetapi lebih murah dibandingkan omakase pada umumnya. Mari kita bahas pengalaman kami omakase sushi di sana!

omakase sushi jakarta
Melihat langsung chef beraksi sebelum menyajikan sushi.

Kohai Sushi Bar

Kohai Sushi Bar terletak di daerah Kuningan, lokasinya sangat dekat dengan gedung The East, mungkin hanya berjarak sekitar 100 meter. Tempatnya tidak terlalu besar tapi cozy. Ada meja-meja besar, ada juga meja yang menghadap chef. Kalau memilih omakase tentu saja duduknya di hadapan chefnya.

Untuk makan ala omakse kita harus reservasi terlebih dahulu dan membayar deposit, juga tidak boleh terlambat dari jam yang telah ditentukan karena kemungkinan sudah ada pelanggan lain yang booking slot. Proses makannya sendiri, sejak appetizer sampai hidangan yang paling akhir membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Saya tidak ingat berapa banyak tepatnya, mungkin sekitar 10 jenis nigiri sushi yang dihidangkan. Pokoknya selesai makan perut rasanya kenyang, tetapi tidak begah, porsinya just right kalau buat saya dan suami.

Oh iya, kalau terkait tempat, sebenarnya tempatnya sendiri cukup nyaman. tetapi karena tempatnya kecil, jika sedang ramai jadi agak berisik dan penjelasan chefnya jadi kurang terdengar huhu, padahal kami datang pukul 20.30 WIB tetapi masih cukup ramai.

omakase sushi jakarta
Selama makan kami duduk di bar sambil melihat chef-nya membuat sushi.

Kesan-kesan Omakase Sushi di Jakarta

Sungguh terharu sih bisa nyoba omakase sushi di Jakarta 😌. Alhamdulillah.

Quite an experience karena akhirnya bisa menyadari bahwa rasa ikan tuh beda-beda ya hahaha. Sejak dulu saya memang tidak terlalu suka ikan, jadi ya tidak bisa membedakan rasa ikan kecuali ini baunya amis, yang itu bau lumpur, kecuali tentu saja salmon wkwk.

omakase sushi jakarta
Bagian perut tuna, sedikit dibakar dan ternyata teksturnya agak sedikit chewy seperti daging sapi yang lembut.

Omakase ini kan manut aja terserah chefnya, jadi literally hampir semuanya rasa baru yang belum pernah ada, karena kalau ke restoran biasa kan pasti mesennya salmon deui, tuna deui.

Selain itu, saya senang menonton chaf-nya bekerja. She’s enjoying herself, making sushi while dancing to the beat. It’s like she’s truly in her element.

Oh iya waktu mau mulai, kami ditanya dulu ada alergi tertentu atau enggak, terus mau pakai wasabi langsung di nigirinya atau enggak. Kita juga bisa pilih minumannya, mau ocha biasa atau artisan tea punya mereka. Saya agak menyesal sih tidak mencoba teh mereka karena sepertinya cukup menarik komposisinya.

Sebagai permulaan, kami diberi 2 jenis appetizer; soyu dashi soup sama fish tempura. Porsinya kecil dan cukup memancing saluran pencernaan untuk mencerna lebih banyak hahaha alias jadi makin enggak sabar makan sushinya.

omakase sushi jakarta
Makanan pembuka yang menggugah selera.

Selagi kami menyantap apptizer, chef-nya mulai membuat nigiri sushi yang hanya terdiri dari nasi, wasabi, dan ikan. Setelah siap, baru chef-nya menambahkan condiment yang berbeda-beda sesaat sebelum disajikan. Sushi disajikan satu per satu ke atas piring dan kami diberi penjelasan tentang ikan yang digunakan, asalnya darimana, dan condiment yang digunakan serta fungsinya.

omakase sushi jakarta
Sungguh lupa ini ikan apa huhu asal foto saja karena sajian yang sebelumnya lupa difoto saking serius makan.

Kami benar-benar diberi jeda waktu untuk menikmati tiap sushi yang disajikan sebelum dihidangkan sushi yang selanjutnya. Huhu benar-benar ada ledakan rasa dan tekstur yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Semuanya enak, tetapi ada sekitar 3-4 sushi yang benar-benar outstanding dari segi rasa dan tekstur. Saya mencoba untuk enjoying the moment, tetapi akhirnya tidak tahan untuk tidak mengambil gambar dan merekam video haha.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, omakase sushi di Kohai Sushi Bar Jakarta…

Definitely worth the price and the distance karena cukup jauh ya Buuund dari Jakarta Utara ke daerah Kuningan hahaha. Oh iya total biayanya per orang ditambah PPN jadi sekitar 412 ribu rupiah. Bayar buat 2 orang jadi seharga baju di gerai merek ternama ya heuheu. Baju yang tidak akan pernah kami beli kalau harganya segitu, tetapi kalau makanan tanpa ragu langsung berangkat wkwkwk.

omakase sushi jakarta
Ini sajian terakhir telur ikan. Warnanya cantik seperti jelly tetapi saat masuk mulut ada ledakan rasa umami.

Sebenarnya kami juga penasaran kok bisa sih ada omakase yang harganya sampai jutaan tapi di sini bisa lebih murah. Lalu kami juga sempat mengobrol dengan chef-nya yang juga adalah co-founder Kohai Sushi Bar mengenai harga omakase sushi di Jakarta.

Menurut beliau, di restoran lain, untuk omakase itu biasanya chef-nya orang Jepang langsung, fee bayar chefnya saja sudah mahal, lalu bahan baku yang digunakan bisa jadi sebagian besar diimpor, sedangkan di Kohai Sushi Bar, ikannya 40% ikan lokal, 60% impor, which is cool! Lebih terjangkau dan berkelanjutan juga jadinya hehe.

Buat penggemar sushi yang ingin merasakan pengalaman makan ala omakase, boleh banget dicoba makan di Kohai Sushi Bar. Atau teman-teman sudah pernah coba omakase di tempat lain? Boleh loh share di kolom komentar hehe.

omakase sushi jakarta
Berfoto dengan salah satu chef sekaligus co-founder Kohai Sushi Bar. Thank you for having us!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.