Ayah, Indonesia dan Energi Terbarukan

“Aku benci energi terbarukan. Ayahku mati karenanya”

Dengan enggan aku mengucapkan salam kepada Ibu untuk pergi ke sekolah. Hari ini aku menemani murid-muridku untuk mengunjungi museum yang didedikasikan untuk pengembangan sektor energi di Indonesia. Setiap mendengar cerita dari Ibu, aku tak pernah paham mengapa sebegitu inginnya Ayah merubah Indonesia untuk memiliki porsi yang lebih besar untuk energi bersih.

Continue reading “Ayah, Indonesia dan Energi Terbarukan”

Tika, Green Jobs, dan Ikigai

Tika bulak-balik merapikan rambut ikalnya yang sebenarnya sudah ia pastikan “sempurna”. Berkali-kali juga ia merapal do’a meminta kelancaran namun tautan video conference tersebut masih ia belum tekan. Jantung Tika berdegup terlalu kencang untuk sebuah wawancara pekerjaan secara virtual yang dijadwalkan hari ini, 18 Januari 2021. Namun, semua gugup dan resah ini memang linear dengan besar keinginan Tika untuk mendapatkan pekerjaan impiannya.

Continue reading “Tika, Green Jobs, dan Ikigai”