Petualangan di Air Terjun Tegenungan

Pantai dan laut sudah tak asing lagi, kebun raya sudah disambangi, pegunungan dan danau sudah dikunjungi, sawah juga sudah dilewati, wisata budaya sudah dinikmati, tinggal air terjun dan sungai yang belum kami jajal. Oleh karena itu kami memutuskan untuk pergi ke Air Terjun Tegenungan di Gianyar.

Air Terjun Tegenungan di Gianyar.

Nongkrong di Tempat Hits: Omma Dayclub Bali

Kami mengajak Kak Kath seperti biasa dan dia merekomendasikan untuk berkunjung ke Omma yang belum lama ini buka. Menurut akun instagramnya sih, Omma adalah restoran sekaligus dayclub. Berhubung sebelumnya saya tidak pernah mengunjungi beach club atau restoran fancy di Bali, awalnya saya cukup khawatir akan sangat mahal, tetapi sangat tergoda untuk berkunjung karena tempatnya bagus dan sangat dekat dengan air terjunnya.

Omma letaknya langsung berhadapan dengan Air Terjun Tegenungan. Sehingga sambil bersantap, pengunjung bisa menikmati pemandangan air terjun dan mendengarkan musik yang diputar oleh DJ, lagu yang diputar kebanyakan lagu-lagu populer yang sudah di-remix.

Omma juga dilengkapi dengan fasilitas infinity pool yang juga menghadap ke air terjun. Eating, swimming, and jamming with a view lah pokoknya hehehe.

Di sini ada beberapa lantai area tempat duduk; paling atas ada restoran, lalu bar, pool side, dan paling bawah ada restroom dan shower, sekaligus pintu menuju ke sungai dan air terjun.

Beberapa seating area memiliki minimum spends. Jadi, untuk bisa duduk di area itu kita diwajibkan membeli makanan dan minuman sampai jumlah tertentu, kisarannya antara 500 ribu – 10 juta untuk yang VVIP. Namun, banyak juga seating area yang tanpa minimum spend, seperti di bar dan area restoran.

Di sebelah kanan bisa terlihat area bar dan pool side (bawah) serta area VVIP (atas).

Untuk mengetahui harga lengkapnya, teman-teman bisa hubungi langsung adminnya di Instagram atau nomor WhatsApp-nya. Waktu itu, kami memutuskan untuk duduk di area restoran biar lebih hemat dan lebih sejuk meskipun letaknya di paling atas.

Area restoran yang letaknya paling atas.

Apa saja yang dilakukan seharian di restoran?

Oh iya sebelum masuk ke restoran, sesampainya di area parkir, kami diarahkan untuk membeli tiket di ticket box, 20 ribu per orang dewasa, Aiza gratis. Lalu kami menuju ke parkiran Omma. Sebenarnya kami masih bingung apakah wajib membeli tiket jika akan ke air terjun melalui Omma atau apakah sebenarnya tidak perlu karena pihak Omma sudah bekerja sama dengan pengelola air terjun. Tapi yasudahlah harga tiketnya juga tidak terlalu mahal.

Area parkirnya di tempat yang tinggi, jadi kami harus menuruni tangga sampai ke pintu. Di sana kami disambut staff yang menanyakan apakah sudah booking dan mengantarkan ke lift serta mengarahkan ke seating area yang kita inginkan, yaitu di area restoran.

Jalan menuju pintu masuk Omma dari area parkir.

Makan Pizza, Minum Milkshake

Kami memutuskan untuk makan dan minum dulu, karena perjalanan yang kami tempuh untuk sampai ke sana cukup jauh, sekitar 1 jam. Kami memesan veggie pizza dan milkshake untuk Aiza.

Karena namanya dayclub di sana banyak sekali berbagai jenis alkohol, tapi pilihan minuman lain juga ada. Menunya juga sangat beragam, bahkan ada kids menu, tapi karena sudah membawa makan untuk Aiza kami tidak memesannya.

Sebelum datang, kami sudah sempat melihat daftar menu dan price list seating area. Jujur harganya agak tidak masuk akal menurut saya dan suami, ridiculously expensive, as expected of such a fancy place. Oleh karena itu kami tidak memesan terlalu banyak.

Namun ternyata harga makanan yang dibayarkan sepadan dengan rasa, serta fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan. Pramusajinya semua sangat ramah, helpful dan sabar sekali meladeni kami yang banyak bertanya. Makanannya juga sangat enak. Fasilitasnya sangat lengkap dan bagus. Oleh karena itu kami betah menghabiskan waktu seharian di sana.

Veggie pizza yang disajikan sangat enak, dengan adonan tipis dan topping yang sesuai, ditambah daun arugula yang pertama kali saya makan. Satu porsi pizza dibanderol seharga 120 ribu, sedangkan milkshake 50 ribu. Setelah makan kami langsung ganti baju dengan pakaian renang karena kami berniat berenang di dekat air terjun.

Veggie Pizza ala Omma, enak dan renyah ditambah daun arugula yang menambah citarasa.

Main di Sungai

Kami pun bertanya pada warga setempat soal berenang di dekat air terjun, katanya cukup berbahaya karena arusnya deras dan airnya agak dalam. Saat itu sedang ramai orang juga, jadi kami memutuskan untuk berenang di area yang arusnya tenang dan dangkal. Namun beberapa jam kemudian kami melihat beberapa turis asing yang nekat berenang di dekat air terjun.

Area sungai tempat kami bermain.

Awalnya Aiza tidak mau ikut main di sungai, hanya bermain air di pinggir sehingga kami harus bergantian menjaga Aiza. Tetapi melihat ayahnya berenang dia juga ingin berganti baju renang dan nyemplung ke sungai.

“Mamah, aku mandi di sungaaaai…” Suara hati Laksita yang kegirangan main di sungai.

Kami menghabiskan waktu cukup lama di sungai. Rasanya senang sekali bisa mendapat pengalaman seperti si Bolang karena masa kecil dulu tidak pernah berenang di sungai. Beruntungnya Aiza bisa merasakan berenang di sungai hahaha.

Kami jadi semakin betah ketika banyak anak-anak warga lokal yang berenang di dekat kami. Kami sungguh kagum dengan keberanian dan kemampuan mereka berenang. Padahal badannya kecil, tapi mampu berenang melawan arus sungai. Mereka berenang dengan riang, bahkan melompat ke sungai setelah memanjat bantaran sungai yang berbatu.

Ayah bahkan memberanikan diri mencoba setelah meminta tips dari anak-anak itu. Ternyata bukan perkara mudah karena arus yang cukup kuat di area seberang sungai. But totally worth a try, kata Ayah.

Berenang di Infinity Pool

Setelah berenang di sungai kami lanjut berenang di kolam sambil sesekali memandangi air terjun Tegenungan, dan anak-anak yang masih main di sungai. Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan. Kolam renangnya tidak terlalu dalam dan ada area berenang untuk anak-anak. Kalau mau ke sini dan mencoba berenang di kolamnya, pastikan membawa proper swimwear yaa.

Kolam renang yang langsung menghadap air terjun dan sungai.

Setelah puas berenang, kami mandi dan menghabiskan sisa pizza. Oh iya, jadi selama kami main di sungai dan berenang, tas boleh di taruh di meja, makanan yang belum habis ditutup dengan tudung saji. Kami hanya perlu menitipkan kartu identitas, setelah itu diberi gelang penanda nomor kursi. Tidak perlu takut barangnya hilang karena areanya selalu diawasi oleh staff Omma. Praktis sekali.

Penutup

Awalnya kami ragu dan merasa overpriced makanannya, tapi kami merasa harganya sepadan dengan pengalaman dan pelayanan yang kami dapatkan. It turned out that that day was one of our best trip in Bali. Aiza yang tadinya ragu buat main dan berenang pun sangat menikmati, dan kooperatif sekali. Bahkan saat pulang berkali-kali bilang main di sana sangat seru.

Pemandangan air terjun dari area restoran.

Kalau berencana main ke air terjun, atau main air selain di laut, destinasi wisata Air Terjun Tegenungan bisa menjadi pilihan. Cukup child-friendly karena jalanannya relatif bagus dan aman. Ada beberapa pilihan restoran juga warung di sekitarnya, tetapi Omma highly recommended untuk yang mau mencicip liburan ala koper hehe. Apakah teman-teman tertarik untuk mencoba?

5 thoughts on “Petualangan di Air Terjun Tegenungan

  1. Seru banget ya kayaknya tempatnya. Jadi total tiket masuk dewasa plus makan dan minum kayaknya sebenernya nggak mahal dibandingkan makan di mall di Jakarta, apalagi kalau dari ceritanya, bisa main seharian kan.

    Ditandai dulu nih tempatnya, mudah2an ada kesempatan mengunjungi kalau ada kesempatan ke Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.