Mie Titi: Kuliner Khas Makassar yang Mudah dan Murah Dibuat

Saya pertama kali mengenal Mie Titi karena diperkenalkan oleh sahabat saya. Ketika itu kami sedang kuliah di Newcastle dan mengadakan acara makan-makan untuk mengobati kerinduan akan kuliner nusantara. Ternyata cara membuatnya cukup mudah dan murah karena tidak menggunakan banyak bahan. Saya pun tertarik mencoba re-cook masakan ini untuk suami di rumah.

Continue reading “Mie Titi: Kuliner Khas Makassar yang Mudah dan Murah Dibuat”

Kudapan Dewangga

Definisi dewangga dari KBBI Daring

Dewangga. Warna merah kekuning-kuningan, mungkin seperti warna jingga tua?
Saya tidak menyangka bahasa Indonesia memiliki kosakata spesifik untuk warna. Saat mengetahui definisi dari dewangga, pikiran pertama yang terbersit adalah jajanan anak SD yang berwarna terang. Makanan yang kabarnya pakai pewarna tekstil rhodamin B 🤣. Pokoknya, makanan yang bisa bikin mamah marah kalau saya ketahuan beli.

Continue reading “Kudapan Dewangga”

Jalan-Jalan ke Kota Lumpia, Semarang

Sejak Aiza lahir, saya dan suami belum pernah traveling ke luar kota bersama kecuali Bandung. Kalau suami sih sering pergi ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri. Huh #sirik. Lalu di bulan Desember ada teman suami yang akan menikah di Jepara, dan bersedia menyewakan tempat menginap bagi yang mau hadir. Yippie! Akhirnya suami mengajak pergi ke Jepara lalu sambung ke Semarang untuk jalan-jalan.

Continue reading “Jalan-Jalan ke Kota Lumpia, Semarang”

Nostalgia Rasa: Nasi Hangat Campur Margarin

Dulu waktu kecil, saya sering makan dengan nasi hangat yang dicampur margarin merek Blue Band. Saya rasa pengalaman ini bukan pengalaman unik bagi saya, pasti ada banyak anak kecil Indonesia yang doyan makan nasi campur Blue Band. Dugaan ini semakin diperkuat pernyataan suami soal pengalamannya. Maka dari itu saya kaget dan excited saat saya melihat kemasan Blue Band mini bertuliskan ‘Rice Mix.

Continue reading “Nostalgia Rasa: Nasi Hangat Campur Margarin”