Teka-Teki Silang

Seperti biasa di Minggu pagi, kami pergi keluar rumah sejak pukul 6 untuk menghirup udara segar dan berjalan santai. Namun niat tersebut kami urungkan saat menerima koran Kompas yang khusus diantar tiap hari Minggu–sesuai permintaan Ibu saya.

Tiba-tiba muncul lah ide untuk mengisi teka-teki silang (TTS) yang ada di halaman ke-16. Jumlah soalnya sangat banyak dan sangat sulit. Awalnya suami merasa sangat bersemangat dan tertantang. Kami memeras otak mengisi TTS sementara Aiza mencorat-coret koran dengan asyiknya.

Canda tawa dan kesenangan berubah menjadi keheningan dan kerutan kening yang dalam. Soalnya sungguh sangat sulit. Menyontek dengan minta bantuan pada mesin pencari pun tidak membuahkan hasil. Nihil. TTS tetap tidak terisi penuh.

Kami bahkan mulai mempertanyakan kemampuan akademik dan wawasan kami. Terutama mengenai Indonesia, karena ada banyak sekali pertanyaan tentang Indonesia dan bahasa Indonesia yang tidak bisa kami pecahkan, seperti sinonim dari suatu kata atau suku bangsa di daerah tertentu di Indonesia. Ahh. Akhirnya kami menyerah. Koran baru sudah kusut, begitu pula dengan raut wajah kami.

Kami pun menyimpulkan memulai hari Minggu dengan memeras otak bukan ide yang terlalu bagus, malah jadi mengurangi mood untuk jalan pagi. 😅

Featured Image: Photo by Bannon Morrissy on Unsplash

#Writober2020
#RBMIPJakarta
#Nihil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s