Mata Batin

Beberapa waktu belakangan ini ada thread cerita mistis yang viral dari satu akun twitter, awalnya ragu karena saya paling tidak suka dengan cerita horor. Tapi karena penasaran akhirnya baca juga. Makanya untuk tema ‘mata’ saya malah terpikir tentang mata batin hahaha.

Apalagi sekarang makin banyak cerita dan video-video YouTube yang bertemakan mistis seperti ini. Coba lihat saja bagian Trending YouTube Indonesia, isinya penelusuran mistis, anak indigo, sampai penyembuhan santet. Bahkan belakangan ini saya sempat melihat judul berita mengenai seorang artis sengaja ‘membuka’ mata batinnya demi mendalami peran di sebuah film horor.

Rasanya dari dulu konten dengan tema seperti ini sangat laku dijual ke masyarakat Indonesia. Rasa penasaran dan adrenalin menjadi bahan komoditas yang bisa menghasilkan banyak profit. Saya ingat betul dulu hampir semua stasiun televisi besar punya acara mistis, lalu kemudian ditegur oleh KPI dan dilarang menayangkannya. Namun belakangan acara serupa mulai kembali bermunculan di pertelevisian Indonesia.

Sebenarnya masih percaya tidak percaya dengan kemampuan seperti itu, karena saya beruntung tidak pernah mengalami kejadian mistis. Saya tidak meragukan dan yakin betul bahwa ada jin memang ada. Tapi saya sangat skeptis dengan acara semacam pembasmi hantu dan sebenarnya tidak habis pikir, kan harusnya kita hidup terpisah dengan mereka, kenapa harus diusik.

Saya pun mencari tahu, apa sebenarnya mata batin, dan bagaimana hal tersebut dipandang dalam Islam. Namun kebanyakan yang saya temukan adalah, seperti yang khalayak percayai, mata batin memungkinkan kita melihat sesuatu yang tidak kasat mata. Namun, ada satu artikel menarik yang menyatakan bahwa masyarakat banyak yang salah kaprah.

Mata hati atau mata batin digunakan para ulama, sufi tasawuf, untuk memahami hikmah yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagai alat/sarana untuk beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.

Nah kan, beda banget pengertiannya, tidak berbau-bau mistis dan malah digunakan sebagai sarana beriman dan bertakwa. (Untuk penjelasan lebih lengkap beserta dalilnya, silakan baca di artikel aslinya ya).

Akan tetapi teman satu fakultas saya dulu memiliki kemampuan yang katanya ‘terbuka mata batin’  itu tanpa sengaja, katanya diturunkan oleh kerabatnya. Lama kelamaan dia merasa terganggu dan menemui seorang ustadz untuk diruqyah. Menurut pemaparannya, prosesnya tidak mudah dan tidak singkat. Namun intinya, dari pengalaman teman saya tersebut, saya jadi tahu bahwa kemampuan melihat sesuatu yang tidak kasat mata itu bagi kita yang manusia biasa, bukan nabi atau wali, bukanlah anugerah dari Allah melainkan ‘dipinjamkan’ oleh bangsa jin, jadi ya untuk menghilangkannya harus melalui proses ruqyah.

Oleh karena itu, saya rasa tidak perlu penasaran atau ingin coba-coba dibuka ‘mata batin’nya, karena mendekati syirik, bangsa jin dan manusia ditakdirkan hidup terpisah jadi tidak perlu kita duluan yang mengusik mereka. Kecuali, ingin membuka mata batin yang sesuai dalam pandangan Islam tadi, caranya ya dengan mengkaji Al-Qur’an dan hadits. Atau kalau mata batin itu berarti mata yang bisa digunakan untuk melihat batin, intensi dan pemikiran seseorang, semacam kemampuan Charles Xavier, ya bolela biar tidak tertipu atau dikelabui saat memilih jodoh, rekan bisnis atau presiden dan wakil rakyat, yekan?. 🙂

#Writober #Tema3 #Mata
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s