Mulai

Sejak bergabung di komunitas Ibu Profesional, saya sudah terpikir ingin menjadi anggota Rumah Belajar (Rumbel) Menulis, karena sejak duluuu kala ingin mahir menulis dan konsisten menulis di blog. Bahkan saya sudah membuat blog ini sejak 3 tahun lalu tapi isinya baru beberapa post saja :’). Akhirnya, sejak beberapa bulan lalu terwujud juga harapan saya jadi anggota Rumbel IP Jakarta, dan di bulan Oktober ini ada tantangan bagi setiap anggotanya untuk menulis di blog masing-masing 10 tema berbeda dalam kurun waktu 20 hari.

Tema pertama dari tantangan ini adalah “Mulai”. Saat membaca tema ini awalnya saya beberapa judul muncul di benak namun masih galau menentukan. Anggota-anggota lain menuliskan bagaimana memulai sustainable life, memulai bisnis, dsb. Ketika bertanya pada suami, beliau menyarankan untuk menulis tentang memulai kehidupan rumah tangga sambil kuliah S2, akan tetapi yang terus ada di pikiran saya adalah bagaimana saya kesulitan memulai sesuatu, bagaimana saya selalu ketakutan memulai sesuatu dan mempertahankan sesuatu itu.

Oleh karena itu, post pertama ini akan saya dedikasikan untuk curhatan saya mengenai kesulitan memulai sesuatu :)). Permasalahan ini rasanya bukan hal yang spesial milik saya seorang, karena banyaaak sekali artikel di internet yang memberikan tips bagaimana memulai sesuatu. Saya paling merasakan kecenderungan saya sebagai slow starter and chronic procrastinator ini saat memulai skripsi S1. Di saat teman-teman lain mulai berjibaku mempersiapkan alat, bahan, bahkan sudah memulai pekerjaan laboratorium mereka, saya masih berkutat melakukan studi literatur dan membaca berbagai sumber tentang penelitian yang akan saya lakukan, padahal ini bisa dilakukan secara paralel dengan persiapan kerja lab.

Hal itu saya lakukan karena saya berpikir, sebelum memulai sesuatu saya harus tahu dengan detail apa yang akan saya hadapi, apa yang harus dipersiapkan sedetail mungkin, pokoknya semua persiapan harus sempurna. Mungkin hal ini didasari karena ketakutan akan kegagalan, atau memang kecenderungan ingin mengetahui segala hal secara konkret dan detail karena saya bukan tipe orang yang terlalu bisa melihat gambaran besar sesuatu dan sangat tidak suka hal-hal yang tidak bisa diprediksi. Namun, hal tersebut seringkali membuat saya jadi kewalahan atau overwhelmed.

Selanjutnya yang terjadi adalah prokrastinasi alias menunda-nunda melakukan sesuatu. Seringkali yang saya lakukan sebelum memulai tugas kuliah atau belajar misalnya, adalah membersihkan atau membereskan kamar, dengan tujuan membuat mood saya lebih baik sebelum memulai tugas atau belajar, padahal hal tersebut menyita waktu. Akhirnya saya sering mengerjakan tugas dalam tekanan ketika mendekati deadline. But to be fair, I dare say, I’m a good finisher, ’cause I’m a perfectionist too. Slow starter but a good finisher, because when I look back, I’ve been doing things with this sequence for such a long time. Jelas bukan sesuatu yang bisa dibanggakan dan ditiru, tapi sayangnya juga bukan sesuatu yang bisa diubah dengan mudah karena sudah berlangsung cukup lama :(.

Saat masih bekerja freelance sebagai translator pun kebiasaan ini masih berlanjut. Hiks, Akan tetapi, belakangan ini mulai agak membaik, walaupun merasa lebih optimal dan konsentrasi mengerjakan mendekati deadline, sekarang sudah bisa memulai tanpa berpikir berlarut-larut. Pokoknya mulai dulu saja, hal ini paling efektif terutama saat mengerjakan pekerjaan rumah. Biasanya dari pagi sudah kepikiran apa yang harus dilakukan, bagaimana mengerjakannya agar lebih efisien, tapi tidak juga dimulai. Yha. Tetep aja engga selesai atuh. Makanya belakangan ini mulai menerapkan prinsip hajar dulu, nanti selanjutnya dipikirkan. Pemikiran ini sedikit banyak saya adopsi dari suami yang memang sangat spontan orangnya dan tidak suka persiapan detail bertele-tele :)).

Dengan menuliskan unek-unek soal kekurangan saya dalam memulai sesuatu, semoga menjadi pengingat saya dan mungkin orang-orang lain yang mirip untuk jangan terlalu lama berpikir dan khawatir sebelum memulai sesuatu, sesuai tagline salah satu e-commerce Indonesia, pokoknya mulai aja dulu. Selain itu, harapan saya dengan membuat tulisan ini juga bisa jadi awal yang baru kebangkitan blog ini. Hope it can be a fresh start to my digital diary and writing journey.

Sekian.

#Writober #Tema1 #Mulai
#RBMIpJakarta
#ibuprofesionaljakarta

6 thoughts on “Mulai

    1. senangnya ada temaaaan, perfeksionis tuh memang bagai pedang bermata dua ya, tapi kalau buat saya malah seringnya menghambat -_-

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s